MENYAMBUNG SILATURAHMI YANG SEBENARNYA (SANGAT UTAMA)


Abdullah bin ’Amr berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

”Seorang yang menyambung silahturahmi bukanlah seorang yang membalas kebaikan seorang dengan kebaikan semisal.

Akan tetapi seorang yang menyambung silahturahmi adalah orang yang berusaha kembali menyambung silaturahmi setelah sebelumnya diputuskan oleh pihak lain.”

(HR. Bukhari no. 5991)


Abu Hurairah berkata:
"Seorang pria mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan berkata:

"Wahai Rasulullah, saya punya keluarga yang jika saya berusaha menyambung silaturrahmi dengan mereka, mereka berusaha memutuskannya, dan jika saya berbuat baik pada mereka, mereka balik berbuat jelek kepadaku, dan mereka bersikap acuh tak acuh padahal saya bermurah hati pada mereka".

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab:

"Kalau memang halnya seperti yang engkau katakan, (maka) seolah- olah engkau memberi mereka makan dengan bara api dan pertolongan Allah akan senantiasa mengiringimu selama keadaanmu seperti itu.” (HR. Muslim no. 2558)

PILIH AKU ATAU ROTI KERING


Syah bin Syuja’ adalah seorang sufi yang berasal dari keluarga bangsawan di kota Kirmani, sebuah kota di Persia, yaitu Abul Fawaris bin Syuja’ Al Kirmani yang biasa dipanggil Syah bin Syuja’. Ia memiliki dua orang anak, laki-laki dan perempuan. Meskipun masih remaja keduanya mempunyai kecerdasan spiritual yang luar biasa. Ya barangkali memang mewarisi bakat ayahandanya itu.

Seorang putri Syah bin Syuja’ telah dipingitnya (tidak boleh keluar rumah) selama 20 tahun. Sesuai dengan usia putrinya tersebut. Kini, ketika usianya sudah 20 tahun para putra pejabat di kota Kirmani banyak yang datang untuk melamarnya. Sebagai orang tua, tentu saja Syah bin Syuja’ merasa senang banyak yang melamar putrinya. Tetapi, di sisi lain Syah bin Syuja’ merasa sedih dan bimbang, siapa jodoh putrinya itu yang sebenarnya? Maka kepada para putra pejabat yang melamar putrinya itu Syah bin Syuja’ meminta waktu 3 hari untuk memutuskannya.

Setelah Syah bin Syuja’ pergi menjelajah dari masjid ke masjid tibalah dia di salah satu masjid yang dipakai sholat salah seorang guru sufi. Syah bin Syuja’ kemudian segera menemui guru sufi tersebut.

“apakah engkau telah berkeluarga?”

“belum” jawab guru sufi tersebut

“maukah engkau seorang istri yang bisa membaca al-quran?” tanya Syah bin Syuja’

“ siapa yang mau menikahkan puterinya kepadaku? Harta kekayaanku hanya tiga dirham” jawab guru sufi tersebut.

“akan kuserahkan puteriku kepadamu” jawab Syah bin Syuja’

“dari tiga dirham yang engkau miliki itu, belanjakanlah satu dirham untuk roti, satu dirham untuk munyak mawar, dan satu dirham untuk pengikat tali perkawinan” lanjut Syah bin Syuja’.

Akhirnya mereka bersepakat. Malam itu juga Syah bin Syuja’ mengantarkan putrinya kerumah guru sufi itu. Keduanya pun di nikahkan. Kini keduanya telah menjadi suami isteri.

Ketika memasuki pojok rumah sang suami , putri Syah bin Syuja’ melihat sepotong roti kering di dekat sebuah kendi berisi air.

“roti apakah ini?” tanya nya kepada suaminya

“roti kemarin yang kusimpan untuk hari ini” jawab guru sufi

Mendengar jawaban itu, tiba-tiba si gadis hendak meninggalkan rumah guru sufi tersebut. Guru sufi pun pasrah seraya berkata:

“ sudah kusadari bahwa Syah bin Syuja’ tidak akan sanggup hidup bersamaku yang miskin ini”

Putri Syah bin Syuja’ menjawab “ aku meninggalkanmu bukan karena sedikit hartamu, tatapi karena sedikit iman dan kepercayaanmu sehingga engkau menyimpan roti kemarin dan tidak percaya bahwa Allah akan memberi kamu rezeki setiap hari” kata putri Syah bin Syuja’ dengan serius.

Guru sufi tersebut sangat terkejut mendengar jawaban isterinya. Ada seorang perempuan yang jauh lebih tinggi berserahdirinya kepada Allah.

Setelah terdiam sejenak ia melanjutkan perkataanya, “ aku jadi heran kepada ayahku, 20 tahun lamanya ia memingitku dan mengatakan akan kunikahkan engkau dengan orang yang bertakwa kepada Allah, tetapi nyatanya ia menyerahkanku kepada seseorang yang tidak pasrah kepada Allah untuk makanannya sehari-hari”

“apakah kesalahanku ini bisa diperbaiki?” guru sufi bertanya

“bisa” jawab putri Syah bin Syuja’. “pilihlah satu diantara dua, aku atau roti kering itu!”.

KOD-KOD NOMBOR SERTA MATEMATIK DI DALAM AL QURAN

Dari pelajaran kimia yang kita pelajari di sekolah,
kita diperkenalkan komposisi kimia dari suatu benda,
diantaranya tentang molekul air.
Molekul air terdiri dari dua atom Hidrogen dan satu atom Oksigen.
Komposisi kimianya dikenal sebagai H2O.
Berat massa molekul air dapat dikira sebagai berikut:

Diketahui;

Berat massa atom Hidrogen = 1

Berat massa atom Oksigen = 16

Jadi,
jumlah berat massa molekul air (H2O) = (2 x 1) + (1 x 16) = 18

Nilai 18 ini sebenarnya dapat dihubungkan dengan ayat yang terdapat di dalam Al - Quran,
yaitu surah Al Mu’minuun ayat 18 pada Juz ke-18 Terjemahan ayatnya seperti berikut :

“Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran;
lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi,
dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya.”


Kalau surah Al Mu’minuun berada pada urutan ke - 23,
maka perhitungan perkalian menjadi 23 x 18 x 18 = 74 52,
seterusnya angka 7452 diuraikan menjadi 7, 4, 5, 2 dan kemudian dijumlahkan 7 + 4 + 5 + 2 = 18.

Hasil penjumlahan memunculkan kembali angka 18.
Sangat sesuai dengan bunyi ayat di atas,
tentang air yang turun dari langit dan ternyata juga angka 18 sebagai nilai berat molekul air.
Sungguh Allah Maha Besar.

Nilai 18 dapat dilihat pada contoh ayat-ayat al quran seperti tertera di bawah ini yang ada berkaitan dengan air.

1~
Air yang dapat menyuburkan tumbuhan dan menghasilkan berbagai macam jenis buah-buahan.

Surah Fathiir ( 35 ) ayat ( 27 ) : juz ke - ( 22 ) .
Hasil perkaliannya : 35 x 27 x 22 = 20790,
diuraikan menjadi 2, 0, 7, 9,0 ,
kemudian dijumlahkan 2 + 0 + 7 + 9 + 0 = 18


2~
Sungai yang mengalir dan pemisah antara dua laut.

Surah An Naml ( 27 ) ayat ( 61) ; urutan juz ke - 20.
Hasil perkaliannya : 27 x 61 x 20 = 32940,
diuraikan menjadi 3, 2, 9, 4,0 ,
kemudian dijumlahkan 3 + 2 + 9 + 4 + 0 = 18


3~
Laut menenggelamkan Fir’aun bersama pasukannya.

Surah Yunus ( 10 ) ayat ( 90 ) ; juz ke - 11.
Hasil perkaliannya : 10 x 90 x 11 = 9900,
diuraikan menjadi 9, 9, 0, 0,0 ,
kemudian dijumlahkan 9 + 9 = 18.


4~
Kerosakan di laut dan di darat.

Surah Ar-Ruum ( 30 ) ayat ( 41 ) ; juz ke - 21.
Hasil perkaliannya : 30 x 41 x 21 = 25830,
diuraikan menjadi 2, 5, 8, 3, 0 ,
kemudian dijumlahkan 2 + 5 + 8 + 3 + 0 = 18.




HEBAT BUKAN KOD-KOD NOMBOR SERTA MATEMATIK DI DALAM AL QURAN...
Tapi sayangnya ramai yang tidak mahu memikirkannya..





Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...